sekilas tentang SMA Negeri 3

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan serta mengimbangi semakin bertambahnya jumlah lulusan SMP di Tasikmalaya, Pada satu Juli 1982 tercetuslah suatu gagasan bahwa jumlah SMA di Tasikmalaya harus ditambah. Pada tanggal 15 Juli 1982 para penggagas diantaranya Drs. R. Djaenudiin Mintadiredja, Letkol Sutrisno mengkonfirmasikan gagasan pendirian SMA Negeri yang baru kepada Pangkodau Jakarta.
Pada awalnya SMA Negeri 3 menempati bangunan SMA Angkasa Sekarang dan Beberapa Lokasi di SD Angkasa, yang status sebagai SMA Negeri 1 kelas jauh (Filial). Pada tanggal 1 Juli 1984 dengan SK Mendikbud Republik Indonesia, No : 0558/01/09/84 secara resmi SMA Negeri 3 berdiri sendiri, terpisah dari SMA Negeri 1 Tasikmalaya.
Selama kurun 1982 sampai sekarang, SMA Negeri 3 Tasikmalaya berganti nama menjadi SMU Negeri 1 Cibeureum yaitu pada tahun 1997 sampai tahun 2002, pada tahun pelajaran 2002/2003 berganti nama menjadi SMU Negeri 3 Tasikmalaya dan tahun pelajaran 2004/2005 kembali menjadi SMA Negeri 3 Tasikmalaya. Dalam kurun waktu itu pula telah mengalami beberapa Kepala Sekolah sebagai berikut :
Tahun 1982 – 1984 Dijabat oleh Drs. Tatang Hasli Pagih dengan Drs. R. Djaenudin Mintadiredja sebagai pelaksana harian ( PLH )
Tahun 1984 – 1992 Dijabat oleh Drs. R. Djaenudin Mintadiredja
Tahun 1992 – 1994 Dijabat oleh H. Ating Suardji Sumarya, BA.
Tahun 1994 (1 Februari – Juli 1994) Dijabat oleh Drs. Nanang Sudarma (PyMt)
Tahun 1995 – 1997 Dijabat oleh Drs. Komar Muhammad Basri (Alm)
Tahun 1997 – 1998 Dijabat oleh Drs. H. Otang Rismas
Tahun 1998 (Juli – Desember) Dijabat oleh Drs. H. Aban Subarna
Tahun 1998 – 2003 Dijabat oleh Drs. Yaya E. Suparman
Tahun 2003 – 2009 Dijabat oleh Drs. H. Imam Suparman, MM.
Tahun 2009 – sampai sekarang dijabat oleh Drs. H. Kurtubi, M.SI

Dalam perjalanan yang panjang berawal menumpang di SMA Angkasa dan SD Angkasa, kemudian memiliki bangunan sendiri yang menandai yaitu 27 ruang belajar, 3 Lab IPA, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang lab bahasa, 2 ruang lab computer, masing-masing berisi 20 unit, lapangan olahraga yang terdiri dari lapangan basket, volley, atletik dan tenis, walaupun bangunan fisik tersebut menempati bangunan tanah milik Angkatan Udara, tetapi kita patut bangga SMAN 3 telah mampu mencetak siswa, lulusan yang kualified.
Sarana dan prasarana fisik SMA Negeri 3 Tasikmalaya ditunjang oleh 82 tenaga pengajar dari berbagai disiplin ilmu, sesuai dengan tuntunan kurikulum, 17 Karyawan, pelaksana tata usaha dan pembantu pelaksana, satpam, serta seorang Kepala Sekolah. Guru-guru SMAN 3 Tasikmalaya, pada umumnya adalah lulusan S1, 7 Orang lulusan S2. Selain melaksanakan pengembangan dalam pengajaran dan pendidikan, SMA Negeri 3 juga menampung kreatifitas siswa dalam wadah seperti Pramuka Ambalan Satya Buana/Satya Pertiwi gugus depan Tasikmalaya 25111-25112, Himpunan Remaja Mesjid (harisma), Paskibraka, PKS, PMR, Koperasi Siswa, Kesatuan Pendaki Gunung (Gempala), KIR, Sanggar Seni, CFC (Computer Fans Club), dan aktivitas lainnya..
Sedangkan untuk membantu Siswa yang benar-benar perlu bantuan dana alakadarnya ditalangi oleh Dana Kesetiakawanan Siswa (DKSS).
Oleh karena itu tidaklah mustahil dengan berlakunya otonomi sekolah yang sekarang sudah bergulir, SMAN 3 Tasikmalaya akan menjadi sekolah yang berpotensi dalam pengembangan pengajaran untuk menghasilkan yang siap menghadapi kemajuan teknologi dan globalisasi.